Monday, December 23, 2013
Pemikiran saya di pagi hari
Assalammualaikum wr.wb
Alhamdulillah hari ini perjalanan saya si pelayan publik sangat terbantu dengan dimulainya musim liburan anak sekolahan. Meskipun cuaca sedikit mendung tidak menyurutkan wujud bakti saya kepada negara. Hehehehehhe...
Anyway...kl membahas tentang anak sekolahan, saya jadi ingat akan bacaan saya semalam, tentang anak-anak karbitan, anak-anak yang cepat matang tapi juga cepat layu.
berikut linknya .
Dalam tulisan ini, para orangtua muda dapat belajar bagaimana menjadi orangtua yang baik dan menghasilkan anak yang tidak karbitan. Selain daripada itu, tulisan tersebut juga menjelaskan mengenai berbagai gaya orangtua. Ada gourmet parents,college degree parents, gold medal parents, do it yourself parents, outward bound parents, prodigy parents, encounter groups parents, dan milk and cookies parents.
Menurut penulis tersebut, orangtua yang ideal adalah milk and cookies parents. Kelompok orangtua ini merupakan kelompok orangtua yang mempunyai masa kanak-kanak yang menyenangkan dan indah. Mereka cenderung menjadi orangtua yang penyayang, hangat dan menyanyangi anak-anaknya dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dengan tumbun kembang anak-anaknya. Kelompok ini tidak berpeluang menjadi orangtua yang menghasilkan anak karbitan. Orangtua ini memenuhi rumah dengan hal-hal yang disukai oleh anak-anak, seperti lukisan, buku, musik, dan hal lain-lai yang disukai oleh anak-anak. Kelompok orangtua ini akan menghasilkan anak-anak yang percaya diri, dan antusias dalam pembelajaran dan hal-hal baru dalam kehidupannya.
Bagaimana dengan gaya saya sebagai orangtua??setelah melakukan komparisi antara teori dan realita ternyata saya belum bisa menjadi orangtua ideL dengan gaya milk and cookies parents. Trnyata saya termasuk ke dalam kelompok orangtua dengan gaya outward bound parents. Huftttthhh....
Ternyata saya termasuk orangtua yang paranoid akan keselamatan anak saya, sehingga saya bercita-cita untuk memasukkan anak saya les karate. Memang saya sedikit berlebihan memikirkan keselamatan anak saya, mengingat Jakarta ini adalah ibukota yang lebih kejam daripada ibu tiri. Coba saja kita lihat bersama, baik di media cetak maupun di media elektronik. Begitu banyak berita menngenai pelecehan fisik kepada anak-anak. Jadi, menuruf saya wajar saya menjadi begitu paranoid akan keselamatan anak saya.
Tapiiiii....saya tidak mau menjadi orangtua yang berlebihan dalam melindungi anaknya. Saya ingin menjadikan anak saya menjadi anak yang bisa menjaga dirinya sendiri. Saya tidak mau menjadikan anak saya menjadi anak yang ketergantungan kepada orangtuanya. Saya ingin menjadi orangtua yang bisa menjadikan anak yang hebat, baik, percaya akan kemampuannya sendiri, dan antusias akan hal-hal yang baru serta belajar akan hal-hal baru tersebut dengan cara yang benar. Yaaaaa....saya ingin menjadi orangtua yang ideal. Saya ingin menjadi orangtua yang hadir di setiap tumbuh kembangnya.
Doakan saya, agar dapat menggapai impian tersebut.
Well...mungkin pemaparan saya ini masih dirasa kurang, sehingga alangkah lebih baik anda membaca sendiri dan hayati serta melakukan komparisi antara teori dan realita dalam hidup anda. Setelah itu, mulai lah introspeksi, agar dapat menghasilkan generasi muda yang hebat dan percaya diri bukan anak yang karbitan, cepat matang namun cepat layu. amiiiiinnn ya rabbal alamin
-mbemlovendut
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment