Irma Ayuningsih
Cerita kecil tentang seorang Irma Ayuningsih
Thursday, January 2, 2014
Permulaan di awal tahun 2014
1 Januari 2014, Pertamina menaikkan harga elpiji non subsidi kemasan 12 kg menyusul tingginya harga pokok elpiji di pasar dan turunnya nilai tukar rupiah yang menyebabkan Pertamina mengalami kerugian sangat besar. Kenaikan elpiji non subsidi tersebut sebesar 68 % atau kira-kira sebesar Rp3.959 per kg.
Hehehehehe...suatu permulaan hidup yang sedikit membuat saya sebagai konsumen elpiji 12 kg semakin mulai memeras otak untuk mengelola keuangan keluarga. Suatu tantangan yang berarti bagi saya, karena dari awal saya berkeluarga, saya belum terlalu memperhatikan dan belum menganggap penting pengelolaan keuangan keluarga. Dari mulai memikirkan rencana investasi seperti reksadana, maupun sampai dengan memikirkan untuk mulai mengurangi makan siang di luar kantor dan membawa bekal dari rumah.
Huft...*sambil menyeka keringat. Doakan saya, semoga saya bisa menjadi ahli keuangan keluarga dan chef keluarga yang handaaaaaallll.
Bismillahirrahmanirrahim...
Monday, December 23, 2013
Pemikiran saya di pagi hari
Assalammualaikum wr.wb
Alhamdulillah hari ini perjalanan saya si pelayan publik sangat terbantu dengan dimulainya musim liburan anak sekolahan. Meskipun cuaca sedikit mendung tidak menyurutkan wujud bakti saya kepada negara. Hehehehehhe...
Anyway...kl membahas tentang anak sekolahan, saya jadi ingat akan bacaan saya semalam, tentang anak-anak karbitan, anak-anak yang cepat matang tapi juga cepat layu.
berikut linknya .
Dalam tulisan ini, para orangtua muda dapat belajar bagaimana menjadi orangtua yang baik dan menghasilkan anak yang tidak karbitan. Selain daripada itu, tulisan tersebut juga menjelaskan mengenai berbagai gaya orangtua. Ada gourmet parents,college degree parents, gold medal parents, do it yourself parents, outward bound parents, prodigy parents, encounter groups parents, dan milk and cookies parents.
Menurut penulis tersebut, orangtua yang ideal adalah milk and cookies parents. Kelompok orangtua ini merupakan kelompok orangtua yang mempunyai masa kanak-kanak yang menyenangkan dan indah. Mereka cenderung menjadi orangtua yang penyayang, hangat dan menyanyangi anak-anaknya dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dengan tumbun kembang anak-anaknya. Kelompok ini tidak berpeluang menjadi orangtua yang menghasilkan anak karbitan. Orangtua ini memenuhi rumah dengan hal-hal yang disukai oleh anak-anak, seperti lukisan, buku, musik, dan hal lain-lai yang disukai oleh anak-anak. Kelompok orangtua ini akan menghasilkan anak-anak yang percaya diri, dan antusias dalam pembelajaran dan hal-hal baru dalam kehidupannya.
Bagaimana dengan gaya saya sebagai orangtua??setelah melakukan komparisi antara teori dan realita ternyata saya belum bisa menjadi orangtua ideL dengan gaya milk and cookies parents. Trnyata saya termasuk ke dalam kelompok orangtua dengan gaya outward bound parents. Huftttthhh....
Ternyata saya termasuk orangtua yang paranoid akan keselamatan anak saya, sehingga saya bercita-cita untuk memasukkan anak saya les karate. Memang saya sedikit berlebihan memikirkan keselamatan anak saya, mengingat Jakarta ini adalah ibukota yang lebih kejam daripada ibu tiri. Coba saja kita lihat bersama, baik di media cetak maupun di media elektronik. Begitu banyak berita menngenai pelecehan fisik kepada anak-anak. Jadi, menuruf saya wajar saya menjadi begitu paranoid akan keselamatan anak saya.
Tapiiiii....saya tidak mau menjadi orangtua yang berlebihan dalam melindungi anaknya. Saya ingin menjadikan anak saya menjadi anak yang bisa menjaga dirinya sendiri. Saya tidak mau menjadikan anak saya menjadi anak yang ketergantungan kepada orangtuanya. Saya ingin menjadi orangtua yang bisa menjadikan anak yang hebat, baik, percaya akan kemampuannya sendiri, dan antusias akan hal-hal yang baru serta belajar akan hal-hal baru tersebut dengan cara yang benar. Yaaaaa....saya ingin menjadi orangtua yang ideal. Saya ingin menjadi orangtua yang hadir di setiap tumbuh kembangnya.
Doakan saya, agar dapat menggapai impian tersebut.
Well...mungkin pemaparan saya ini masih dirasa kurang, sehingga alangkah lebih baik anda membaca sendiri dan hayati serta melakukan komparisi antara teori dan realita dalam hidup anda. Setelah itu, mulai lah introspeksi, agar dapat menghasilkan generasi muda yang hebat dan percaya diri bukan anak yang karbitan, cepat matang namun cepat layu. amiiiiinnn ya rabbal alamin
-mbemlovendut
Pembukaan blog yang (tidak) baru
Assalammualaikum wr.wb.
Sudah lama rasanya, blog ini tak ditengok oleh si empunya. Istilahnya, kl blog ini bs berbicara, mungkin dia akan mengeluh krn jarang "disentuh" dan ditengok. Hehehehehe...
Selain krn alasan mengurus anak dan bekerja, lupa akan password blog ini dan mls hrs mengingat atau hrs menggantinya, juga merupakan alasan knp saya sudah lama sekali tak "menyentuh" blog ini.
Waktu luang dan rasa kangen adalah alasan sy tiba2 nongol dan mau "menyentuh" blog ini. Selain daripada itu,kebutuhan akan wadah penampung pikiran juga merupakan alasan saya untuk memaksa otak saya kembali menyegarkan ingatan akan password lama dan memerintahkan jari jemari saya untuk bergerak mengetik password dimaksud. Sehingga.....voila, akhirnya saya berhasil. Horeeeeee...(saluuuut untuk saya sendiri ♡♡♡☆☆☆).
Banyak hal yang sudah saya lalui selama rentang waktu kurang lebih 3 tahun ini. Kecakapan anak saya, reorganisasi intitusi tempat saya bekerja, pindahan rumah,sampai dengan pernikahan adek ipar saya (bahkan sekarang sudah punya anak berumur 1 bulan).
Syukur alhamdulillah...saya ucapkan ke hadirat ALLHA SWT atas semua yang telah saya lalui. Anak yang semakin cakap, berkah yang betlimpah, dan hal-hal lain yang telah daya lewati baik pahit maupun manis.
Hmmmmmm.....rasanya cukup sekian dulu, pembukaan blog yang ( tidak) baru ini. See you sooon.
Irma Ayuningsih
Friday, January 29, 2010
it's u...
Hidup itu dapat dimetaforakan sebagai sebuah jembatan penyeberangan dengan anak tangga yang sangat banyak. Pejalan kaki mempunyai kontrol yang cukup besar dalam merencanakan hidup ini. Apabila seorang pejalan kaki ingin sampai ke seberang jalan maka haruslah menapaki anak tangga satu demi satu. Pejalan kaki dapat melakukan improvisasi dengan gaya jalannya. Pejalan kaki bisa menyeberang dengan free style atau dengan conservative style. Pejalan kaki yang menyeberang dengan free style akan menapaki dua anak tangga dikombinasi dengan sedikit lompatan sehingga dia akan cepat sampai ke seberang jalan meskipun dia harus menyiapkan fisik kuat agar dia tidak terengah-engah selama perjalanan. Sedangkan, pejalan kaki yang menyeberang dengan conservative style akan dengan teliti menapaki satu per satu anak tangga dan menyesapi keberadaan dia di masing-masing anak tangga. Memakan waktu yang lama untuk sampai ke seberang jalan, akan tetapi dia hanya perlu menyiapkan fisik sekedarnya saja.
Metafora lainnya, hidup bagaikan rollercoaster. hidup ini tidak dapat ditapaki satu per satu, melainkan hidup ini akan melaju terus tanpa kompromi. Kita hanya mempunyai sedikit kontrol atas hidup ini. Kita hanya punya waktu yang sedikit untuk memanfaatkan dan memperbaiki hidup ini. Tidak ada tahapan. Hanya sedikit kesejajaran. Hidup ini hanya atas dan bawah. Kadang-kadang kita akan di atas, kadang-kadang kita di bawah. Tidak ada yang bisa bertahan pada posisi tersebut. Hidup ini akan terus berjalan, kecuali Sang Khalik menginginkan hidup ini berhenti...
Sekarang, kembali kepada masing-masing kita. hidup mana yang akan kita pilih. hidup bagaikan jembatan penyeberangan ataukah bagaikan rollercoaster???
-mbemlovendut-
Metafora lainnya, hidup bagaikan rollercoaster. hidup ini tidak dapat ditapaki satu per satu, melainkan hidup ini akan melaju terus tanpa kompromi. Kita hanya mempunyai sedikit kontrol atas hidup ini. Kita hanya punya waktu yang sedikit untuk memanfaatkan dan memperbaiki hidup ini. Tidak ada tahapan. Hanya sedikit kesejajaran. Hidup ini hanya atas dan bawah. Kadang-kadang kita akan di atas, kadang-kadang kita di bawah. Tidak ada yang bisa bertahan pada posisi tersebut. Hidup ini akan terus berjalan, kecuali Sang Khalik menginginkan hidup ini berhenti...
Sekarang, kembali kepada masing-masing kita. hidup mana yang akan kita pilih. hidup bagaikan jembatan penyeberangan ataukah bagaikan rollercoaster???
-mbemlovendut-
Sunday, January 3, 2010
nu year
tahun baru telah aku lalui, meskipun ak tdk merayakan tahun baru. ak hanya menyikapi ny sebagai pergantian tahun harus diikuti dengan perubahan sikap dan keadaan.
dengan izin-MU y Rabb, jadikanlah tahun 2010 ini dan tahun2 selanjutny menjadi tahun yang berkah bagi ku&keluarga ku. jadikan ak sebagai hamba-MU yg bijaksana dalam menyikapi keadaan, menjadi hamba-MU yang sholehah, beriman dan bertakwa, menjadi hamba-MU yg engkau cintai.
amiiiiiiinnn y rabbal 'alamin.
-mbemlovendut-
dengan izin-MU y Rabb, jadikanlah tahun 2010 ini dan tahun2 selanjutny menjadi tahun yang berkah bagi ku&keluarga ku. jadikan ak sebagai hamba-MU yg bijaksana dalam menyikapi keadaan, menjadi hamba-MU yang sholehah, beriman dan bertakwa, menjadi hamba-MU yg engkau cintai.
amiiiiiiinnn y rabbal 'alamin.
-mbemlovendut-
Wednesday, December 30, 2009
it's u...
Berhari-hari setelah malam itu, kamu tetap tidak memberikan penjelasan. Kamu bertingkah seakan-akan tidak pernah hal itu terjadi. kembali normal seperti biasa. aku benci keadaan normal. keadaan dimana kamu menganggap aku hanyalah seorang teman, tidak lebih dan tidak ada perhatian khusus.
akhirnya, aku memberanikan diri untuk meminta penjelasan dari kamu mengenai malam itu. dan jawaban yang kamu beri, sangat...sangat...sangat...membuat aku kaget dan super...super...super...bahagia...
"aku sayang kamu" itu lah penjelasan yang kamu beri kepada ku.
-mbemlovendut-
akhirnya, aku memberanikan diri untuk meminta penjelasan dari kamu mengenai malam itu. dan jawaban yang kamu beri, sangat...sangat...sangat...membuat aku kaget dan super...super...super...bahagia...
"aku sayang kamu" itu lah penjelasan yang kamu beri kepada ku.
-mbemlovendut-
it's u...
untuk kesekian kalinya aku kehabisan kata2 dan energi untuk menghadapi tingkah laku mu...aku ga tau harus bagaimana lagi ketika menghadapi perbuatan km dalam memperlakukan aku sebagai selingkuhan mu...yaaaa, memang ak adalah selingkuhan mu. posisi aku tidak terlalu berarti bagi mu, meskipun kamu selalu mengucapkan betapa berartinya aku bagi mu, tapi pada faktanya aku tidaklah lebih dari seorang selingkuhan mu.
malam itu, kamu yang memulai semuanya, memulai hubungan ini. malam itu, tiba2 tangan mu merangkul pinggang ku.aku kaget. super kaget.karna kita tidaklah lebih dari sekedar teman. tapi, perasaan kaget ku itu dapat dikalahkan oleh perasaan aku yang lain. perasaan membutuhkan seseorang yang dapat menyayangi aku. perasaan "haus" kasih sayang, setelah aku ditinggal seorang Dimas yg aku sayangi.
"beb...mksd km apa?" aku memberanikan diri untuk bertanya maksud perbuatan km itu.
"ga tau" jawab mu yang membuat ak sedih sekaligus kecewa.
"knp km bs ga tau? km mau mainin ak y?"
"ga" jwb mu lagi singkat namun menyakitkan bagi ku.
setelah beberapa menit hening, kamu melepaskan rangkulan mu. aku ga rela. ak mau km selalu merangkul aku.karna aku menginginkan itu.
"jangan km lepaskan, aku mulai membiasakan diri dengan keadaan ini" bisik ku...
tp km tetap melepaskan rangkulan mu dan menjauh dari ku.
"beb...smua ini cm main-main ya?krn kebawa suasana jd km meluk aku?" aku bertanya lagi, sambil berharap km menjelaskan semua perbuatan km ini.
"jujur beb, aku senang tp aku bingung menanggapi smua ini, jadi aku butuh penjelasan km.tlg jelaskan!" mohon ku.
"-----------" hening. tidak ada penjelasan dari mu.
-mbemlovendut-
malam itu, kamu yang memulai semuanya, memulai hubungan ini. malam itu, tiba2 tangan mu merangkul pinggang ku.aku kaget. super kaget.karna kita tidaklah lebih dari sekedar teman. tapi, perasaan kaget ku itu dapat dikalahkan oleh perasaan aku yang lain. perasaan membutuhkan seseorang yang dapat menyayangi aku. perasaan "haus" kasih sayang, setelah aku ditinggal seorang Dimas yg aku sayangi.
"beb...mksd km apa?" aku memberanikan diri untuk bertanya maksud perbuatan km itu.
"ga tau" jawab mu yang membuat ak sedih sekaligus kecewa.
"knp km bs ga tau? km mau mainin ak y?"
"ga" jwb mu lagi singkat namun menyakitkan bagi ku.
setelah beberapa menit hening, kamu melepaskan rangkulan mu. aku ga rela. ak mau km selalu merangkul aku.karna aku menginginkan itu.
"jangan km lepaskan, aku mulai membiasakan diri dengan keadaan ini" bisik ku...
tp km tetap melepaskan rangkulan mu dan menjauh dari ku.
"beb...smua ini cm main-main ya?krn kebawa suasana jd km meluk aku?" aku bertanya lagi, sambil berharap km menjelaskan semua perbuatan km ini.
"jujur beb, aku senang tp aku bingung menanggapi smua ini, jadi aku butuh penjelasan km.tlg jelaskan!" mohon ku.
"-----------" hening. tidak ada penjelasan dari mu.
-mbemlovendut-
Subscribe to:
Posts (Atom)